Clickinfo.co.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (BEM FH UBL) melontarkan kritik tajam terhadap krisis etika publik yang melanda oknum anggota DPRD Provinsi Lampung.
Hal ini merespons peristiwa penggembosan ban mobil milik seorang mahasiswi UBL yang diduga dilakukan oleh oknum wakil rakyat tersebut.
Presiden BEM FH UBL menilai tindakan tersebut bukan sekadar keisengan, melainkan indikasi nyata terjadinya degradasi moral dan etika politik di lingkaran legislatif.
Alih-alih menyuarakan aspirasi rakyat yang mendesak, oknum tersebut dinilai justru mempertontonkan perilaku yang tidak substansial dan kekanak-kanakan.
“Publik sudah bosan dengan gaya hidup hedonis dan pernyataan yang tidak substansial. Peristiwa ini membuktikan adanya krisis etika publik yang serius, di mana wakil rakyat abai terhadap nilai integritas dan moral politik,” tegas Presiden BEM FH UBL dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Februari 2026.
BEM FH UBL menegaskan bahwa tindakan tersebut telah menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi. Pihaknya mendesak agar penegakan etik dilakukan secara objektif, tegas, dan transparan tanpa ada upaya untuk menormalisasi perilaku tersebut.
“Sudah seharusnya publik disuguhi pembahasan substansial oleh wakil rakyat, bukan urusan sepele yang jauh dari nilai-nilai kepemimpinan. Intelektual mahasiswa harus dihormati, bukan diintimidasi dengan cara-cara yang merusak nalar publik,” tambahnya.
Menanggapi peristiwa ini, BEM FH UBL secara resmi mengeluarkan lima poin desakan kepada pihak terkait:
1. Transparansi Hukum: Menuntut proses hukum dan etik yang transparan serta objektif.
2. Sanksi Tegas: Meminta pemberian sanksi berat sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
3. Penghormatan Mahasiswa: Menuntut perlindungan dan penghormatan terhadap peran kritis mahasiswa.
4. Evaluasi Etika: Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelayanan publik di lingkungan DPRD Lampung.
5. Ketegasan Partai: Mendesak pimpinan partai politik terkait untuk bersikap profesional dan tegas dalam mengambil tindakan terhadap kadernya.










