Clickinfo.co.id – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Lampung melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung. Audiensi tersebut membahas potensi serta arah pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung, khususnya pada sektor wisata ramah Muslim, desa wisata, dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Dalam pertemuan tersebut, PW KAMMI Lampung menyampaikan bahwa secara geografis dan sosiologis, Provinsi Lampung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Letak Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatra, mayoritas penduduk beragama Islam, serta kekayaan destinasi alam dan budaya menjadi modal kuat untuk mengembangkan konsep wisata ramah Muslim yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menyampaikan bahwa jumlah kedatangan wisatawan ke Lampung selama periode libur akhir tahun 2025 mencapai 2,35 juta orang. Capaian tersebut dinilai berkontribusi terhadap target kunjungan wisatawan Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 yang ditetapkan sebanyak 20 juta orang.
“Jumlah kunjungan wisatawan selama libur akhir tahun 2025 mencapai 2,35 juta orang dan membantu pencapaian target kunjungan wisatawan Provinsi Lampung sepanjang 2025,” ujar Bobby Irawan di Bandar Lampung, Rabu, 7 Januari 2026.
Menanggapi data tersebut, PW KAMMI Lampung menegaskan bahwa pengembangan wisata ramah Muslim tidak hanya berkaitan dengan aspek religius, tetapi juga mencakup standar layanan, seperti ketersediaan fasilitas ibadah yang memadai, kuliner halal, kebersihan, keamanan, serta pelayanan yang beretika dan berkeadaban. PW KAMMI Lampung juga mencatat masih terdapat sejumlah hotel yang belum menyediakan fasilitas ibadah yang nyaman bagi wisatawan.
Konsep wisata ramah Muslim dinilai sejalan dengan karakter budaya masyarakat Lampung serta kebutuhan wisatawan domestik yang terus meningkat setiap tahunnya.
Selain itu, audiensi juga membahas pentingnya penguatan desa wisata sebagai basis pembangunan pariwisata daerah.
“Desa wisata memiliki peran strategis dalam mendorong ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan pemuda dan mahasiswa sangat penting, terutama dalam branding desa wisata, digitalisasi promosi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal,” ujar Ketua Umum PW KAMMI Lampung, Muhammad Daniel.
Pada sektor ekonomi kreatif, PW KAMMI Lampung menyoroti perlunya membangun ekosistem yang terintegrasi antara pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, dan pemerintah daerah. Ekonomi kreatif dinilai dapat menjadi penopang utama pariwisata melalui pengembangan kuliner halal, kriya, fesyen, seni pertunjukan, hingga konten digital berbasis kearifan lokal Lampung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung menyambut baik gagasan dan masukan yang disampaikan PW KAMMI Lampung. Pemerintah daerah, menurutnya, terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam mendorong inovasi, promosi, serta penguatan sumber daya manusia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Muhammad Daniel berharap audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi berkelanjutan antara PW KAMMI Lampung dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dalam mewujudkan Lampung sebagai daerah tujuan wisata ramah Muslim, berbasis desa, serta ditopang oleh ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan inklusif.
















