Atasi Sanitasi Buruk, Pekon Sukabanjakh dan Pemkab Tanggamus Bangun 48 Jamban Baru

Atasi Sanitasi Buruk, Pekon Sukabanjakh dan Pemkab Tanggamus Bangun 48 Jamban Baru
Ket Gambar : Pekon Sukabanjakh, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, menggelar kampanye Gerakan Sadar Kesehatan Lingkungan Alam Stop Buang Air Besar Sembarangan. | Ist

Clickinfo.co.id - Guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan, Pekon Sukabanjakh, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, menggelar kampanye Gerakan Sadar Kesehatan Lingkungan Alam Stop Buang Air Besar Sembarangan. 

Acara ini berlangsung pada Selasa, 26 Agustus 2025 dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting serta masyarakat setempat.

Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, hadir didampingi oleh Vera, seorang mahasiswa doktoral (S3) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Malhayati. 

Kehadiran Vera bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agus Suranto menjelaskan bahwa berdasarkan survei, ditemukan sekitar 36% rumah tangga di Pekon Sukabanjakh tidak memiliki jamban. 

"Mudah-mudahan kehadiran Mbak Vera bisa menumbuhkan kesadaran di masyarakat bahwa PHBS yang tidak ada jamban itu berdampak kurang sehat, juga berdampak buruk bagi lingkungan," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, Wakil Bupati Tanggamus menambahkan bahwa Pekon Sukabanjakh akan menerima bantuan Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersumber dari APBN. Bantuan ini akan disalurkan dalam bentuk jambanisasi sebanyak 48 unit. 

"Harapan dari Mbak Vera, yang penyampaiannya diwakili oleh saya, bagi masyarakat yang belum terakomodasi oleh dana DAU, semoga termotivasi untuk membuat jamban sederhana secara mandiri," ungkap Agus Suranto.

Kepala Pekon Sukabanjakh, Yovi Yanes, secara terpisah menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wakil Bupati Tanggamus dan rombongan. 

"Saya mewakili masyarakat Sukabanjakh mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati. Semoga secara tidak langsung, masyarakat saya memiliki kesadaran untuk menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan," tutur Yovi.

Yovi berharap, ke depannya, 36% rumah tangga yang belum memiliki jamban dapat segera terakomodasi oleh bantuan dari pemerintah setempat. (Alfian)

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment